Skip to main content

BUKAN HANYA SEKEDAR KEMBALI, TAPI BERPEGANG TEGUH


Oleh: Nashrul Mukmin

Hadits-hadits Nabi SAW yg memerintahkan utk BERPEGANG TEGUH :

عَنْ كَـثِـيْرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ عَنْ اَبِـيْهِ عَنْ جَدِّهِ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: تَـرَكْتُ فِـيْكُمْ اَمْرَيــْنِ لَـنْ تَضِلُّـوْا مَا تَــمَسَّكْـتُمْ بِـهِمَا: كِـتَابَ اللهِ وَ سُنَّـةَ نَـبِـيِّهِ. ابن عبد البر

Dari Katsir bin Abdullah dari ayahnya dari kakeknya RA, ia berkata : Rasulullah SAW pernah bersabda : “Aku telah meninggalkan pada kamu sekalian dua perkara yang kamu tidak akan sesat selama kamuBERPEGANG TEGUH kepada keduanya, yaitu : Kitab Allah dan Sunnah Nabi-Nya”. [HR. Ibnu Abdil Barr]

Kalau sebagian teman teman kita slogannya adalah:

"KEMBALI KEPADA AL-QUR'AN DAN HADITS"

Tapi kalau kami ASWAJA slogannya bukan hanya sekedar "Kembali kepada Al-Qur'an dan Hadits" , tapi slogan ASWAJA adalah :

"BERPEGANG TEGUH KEPADA AL-QUR'AN DAN HADITS"

Mungkin ada yg bertanya begini:
Memangnya apa bedanya antara KEMBALI di bandingkan dengan BERPEGANG TEGUH????

PENJELASANNYA ADALAH:

Kalau hanya sekedar "KEMBALI" berarti pernah meninggalkannya.
Tapi kalau "BERPEGANG TEGUH" berarti tdk pernah meninggalkan atau melepaskan barang sejenakpun.

Dengan demikian maka dapat disimpulkan bahwa ASWAJA tdk pernah meninggalkan dan melepaskan diri Al-Qur'an dan Hadits, maka tdk perlu KEMBLI.

Maka akan terasa aneh dan lucu bila ada sekelompok kaum yg mengajak ASWAJA utk kembali kepada Al-Qur'an dan Hadits.

Baimana mungkin akan KEMBALI kalau tdk pernah MENINGGALKAN dan MELEPASKANNYA????

Demikian penjelasan tentang antara KEMBALI di bandingkan dengan BERPEGANG TEGUH .
Semoga ada manfaatnya .

Popular posts from this blog

M A N A Q I B

Oleh: Nashrul Mukmin Pengertian Manaqib: Secara bahasa manaqib berarti meneliti,menggali.Secara istilah di artikan sebagai riwayat hidup seseorang yang berisikan tentang budi pekertinya yang terpuji,akhlaknya yang mulia,karomahnya dan selainnya yang patut di jadikan sebagai bahan pelajaran/suri tauladan. Maksud dari manaqiban diantarnya adalah bertujuan untuk tawasul,tabaruk,mengenal orang-orang shalih dan untuk lebih mencintanya. Dalil-dalil Manaqib: Manaqib itu banyak terdapat dalam al-Quran,semisal manaqibnya Ashabul Kahfi,Raja Dzulqurnain,Sayyidatuna Maryam,Sayyidina Luqmanul Hakim dan lain sebagainya. Dalil Manaqib Adapun dalil yang digunakan hujjah untuk memperbolehkan praktek manaqib yaitu sebuah hadits yang terdapat dalam kitab Bughyat al-Mustarsyidin halaman 97:  ﻭَﻗَﺪْ ﻭَﺭَﺩَ ﻓِﻲ ﺍْﻟَﺎﺛَﺮِ ﻋَﻦْ ﺳَﻴِّﺪِ ﺍﻟْﺒَﺸَﺮِ ﺻَﻠﻰَّ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺍَﻧَّﻪُ ﻗﺎَﻝَ : ﻣَﻦْ ﻭَﺭَّﺥَ ﻣُﺆْﻣِﻨﺎَ ﻓَﻜَﺄَﻧﻤَّﺎَ ﺍَﺣْﻴﺎَﻩُ ﻭَﻣَﻦْ ﻗَﺮَﺃَ ﺗﺎَﺭِﻳْﺨَﻪُ ﻓَﻜَﺄَﻧﻤَّﺎَ ﺯَﺍﺭَﻩُ ﻓَﻘَﺪْ ﺍ...

BENARKAH WAHABI ADALAH SALAFI???

Oleh: Nashrul Mukmin Dalam bukunya yang berjudul As-Syalafiyah Marhalah Zamaniyah Mubarokah La Madzhab Islami, Prof. Dr. Sa’id Ramadhan al-Buthi mengungkapkan, Wahabi mengubah strategi dakwahnya dengan mengganti nama menjadi Salafi karena mengalami banyak kegagalan dan merasa tersudut dengan panggilan Wahabi yang dinisbatkan kepada pendirinya, Muhammad bin Abdul Wahab. Oleh karena itu, sebagian muslimin menyebut mereka sebagai Sal afi Palsu atau mutamaslif. Menurut buku Sejarah Berdarah Sekte Salafi Wahabi, penggunaan nama Salafi untuk Wahabi, sehingga sekte ini sekarang dikenal dengan nama Salafi Wahabi, pertama kali dipopulerkan oleh salah seorang ulama Wahabi yang bernama Nashiruddin al-Albani, seorang ulama yang dikenal sangat lihai dalam mengacak-acak hadist, dan juga seorang ahli strategi. Penggunaan nama salafi, sehingga kini Wahabi menjadi Salafi Wahabi pun wajib dipertanyakan, karena salafi merupakan sebuah bentuk penisbatan kepada as-salaf yang jika ditinjau ...

KEHADIRAN WAHABI BUKANLAH BID'AH

Oleh: Nashrul Mukmin Assalaamu'alaikum wr. wb Di beberapa postingan khususnya postingan dari teman-teman ASWAJA yg menuliskan kalau kehadiran/kemunculan WAHABI adalah merupakan salah satu bentuk dari KEBID'AHAN. Melalui postingan saya kali ini saya mencoba untk meluruskan pandangan tersebut berdasarkan versi saya yg merujuk kepada sabda Kanjeng Nabi Muhammad saw. Menurut pandangan saya kemunculan WAHABI bukanlah salah satu bentuk dari kebid'ahan, namun kehadiran mereka (Wahabi) di tengah tengah ummat Islam adalah merupakan wujud atau bukti dari kebenaran Sabda Rosululloh saw. Dalam sebuah hadits Kanjeng Nabi Muhammad saw telah bersabda sebagaimana yg saya kutipkan terjemahnya berikut ini: Diriwayatkan dari Abu Said Al-Khudri Ra berkata : “Saat Rasulullah saw sedang membagi-bagikan ghanimah (rampasan perang), datanglah seseorang dari Bani Tamim dengan pakaian yang pendek (bagian bawahnya), di antara kedua matanya ada tanda bekas sujud yang menghitam ...